Berita|

Paser – Dalam rangka mendukung optimalisasi reproduksi dan peningkatan produktivitas ternak, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan melaksanakan distribusi logistik Inseminasi Buatan (IB) ke UPTD Puskeswan di Kabupaten Paser. Kegiatan distribusi dilaksanakan pada 31 Agustus hingga 3 September 2026.

Logistik yang didistribusikan berupa Nitrogen (N2) cair sebanyak 300 liter serta 450 dosis straw semen beku. Straw yang disalurkan terdiri atas sapi Bali sebanyak 200 dosis, sapi Simental sebanyak 50 dosis, sapi Limosin sebanyak 50 dosis, dan sapi Brahman sebanyak 150 dosis. Nantinya N2 cair dan straw semen beku ini akan dibagi ke enam UPTD Puskeswan yang ada di Kabupaten Paser yaitu UPTD Puskeswan Batu Engau, UPTD Puskeswan Paser Belengkong, UPTD Puskeswan Tanah Grogot, UPTD Puskeswan Kuaro, UPTD Puskeswan Long Ikis, dan UPTD Puskeswan Muara Komam.

Ketersediaan N2 cair menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan IB karena digunakan untuk mempertahankan kondisi penyimpanan straw semen beku agar tetap berada pada suhu yang sesuai. Dengan tersedianya N2 cair di masing-masing UPTD Puskeswan, diharapkan kualitas straw semen beku dapat tetap terjaga hingga digunakan oleh petugas inseminator di lapangan.

Sementara itu, penyediaan straw semen beku dari berbagai jenis sapi memberikan pilihan kepada peternak dalam pelaksanaan IB sesuai dengan program dan kondisi ternak yang dimiliki. Melalui pemanfaatan teknologi reproduksi tersebut, diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas genetik ternak, mempercepat peningkatan populasi, serta meningkatkan produktivitas peternakan di Kabupaten Paser.

Distribusi logistik IB ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan reproduksi ternak hingga ke tingkat kecamatan. Enam UPTD Puskeswan diharapkan dapat mengelola dan memanfaatkan logistik tersebut secara optimal, sekaligus meningkatkan pelayanan dan pendampingan kepada peternak.

Dengan dukungan sarana dan prasarana reproduksi yang memadai, pelaksanaan program IB di Kabupaten Paser diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan subsektor peternakan, khususnya dalam mewujudkan populasi ternak yang berkualitas, produktif, dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Close Search Window
↑