Paser – Pengembangan kandang ayam petelur jenis umbaran menjadi salah satu upaya yang didorong oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser dalam mendukung keberhasilan Program Paser Bertelur. Program ini bertujuan meningkatkan ketersediaan telur sebagai sumber protein hewani, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui pengembangan peternakan ayam petelur skala rumah tangga maupun kelompok.
Kandang jenis umbaran merupakan sistem pemeliharaan yang memberikan ruang gerak lebih luas bagi ayam di dalam area berpagar yang aman. Berbeda dengan kandang baterai, sistem ini memungkinkan ayam bergerak lebih aktif, memperoleh sinar matahari yang cukup, serta mengekspresikan perilaku alaminya. Kondisi tersebut berpengaruh positif terhadap kesehatan ternak dan mendukung produktivitas telur.
Selain memiliki konstruksi yang relatif sederhana dan biaya pembangunan yang lebih terjangkau, kandang umbaran juga mudah diterapkan oleh kelompok tani, kelompok wanita tani, maupun masyarakat yang ingin memulai usaha peternakan ayam petelur. Dengan pengelolaan yang baik, sistem ini mampu menghasilkan produksi telur yang stabil sekaligus menjaga kesejahteraan ternak.

Kandang umbaran umumnya dibangun menggunakan rangka kayu atau baja ringan dengan dinding kawat ram, atap yang mampu melindungi ternak dari panas dan hujan, serta halaman terbuka sebagai area umbaran. Tata letak kandang juga perlu memperhatikan sirkulasi udara, pencahayaan alami, sanitasi, dan sistem drainase agar lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi ternak.
Keberhasilan usaha ayam petelur tidak hanya ditentukan oleh jenis kandang, tetapi juga oleh manajemen pemeliharaan yang meliputi pemberian pakan berkualitas, penyediaan air minum yang cukup, vaksinasi, penerapan biosekuriti, serta pemantauan kesehatan ternak secara berkala. Di sisi lain, kotoran ayam dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik sehingga memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan perkebunan.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, SP., M.Si., mengatakan bahwa pembangunan kandang yang memenuhi standar teknis merupakan langkah awal dalam menciptakan usaha peternakan yang produktif dan berkelanjutan.
“Melalui Program Paser Bertelur, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan usaha ayam petelur secara mandiri. Kandang yang dibangun dengan baik akan mendukung kesehatan ternak, meningkatkan produktivitas telur, serta memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga peternak. Pemerintah daerah akan terus memberikan pembinaan dan pendampingan agar program ini berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, Program Paser Bertelur tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi telur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan konsumsi protein hewani, dan mendorong tumbuhnya usaha peternakan rakyat yang berdaya saing.


