Berita|

Dalam rangka memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas serta eksistensi program PDKT (Pengembangan Desa Korporasi Ternak) di Kecamatan Paser Belengkong, Rabu (17/6/2026) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Paser Belengkong mengundang seluruh pengurus Koperasi dalam agenda rapat koordinasi dan evaluasi program PDKT.

Pertemuan ini dijadwalkan khusus untuk membahas evaluasi kinerja koperasi serta penyampaian target program kerja tahun anggaran 2026 yang sudah berjalan maupun yang masih dalam proses perencanaan.

Ruslan, Ketua Koperasi Paser Mas Jaya Desa Damit menargetkan pada awal bulan Juli 2026 akan memulai pengolahan pupuk organik dengan bahan dasar limbah kelapa sawit yang dipadukan dengan kohe (kotoran hewan). Disampaikan juga bahwa berdasarkan observasi di lapangan permintaan masyarakat akan pupuk organik terbilang cukup tinggi seiring harga pupuk kimia yang saat ini sedang mengalami kenaikan harga.

Untuk dinamika populasi Ruslan menegaskan bahwa jumlah sapi penggemukan tersisa 12 ekor. “Mengingat susahnya memasarkan sapi yang didatangkan dari luar Daerah maka untuk menambah populasi tersebut kami akan mendatangkan sapi lokal saja, sedangkan untuk sapi bibit pada Koperasi PMJ mengalami peningkatan yang cukup baik, tercatat sudah lebih dari 50% yang melahirkan, sisanya masih dalam proses kebuntingan. Jika tidak ada kendala jumlah sapi bibit pada Koperasi PMJ ditahun 2027 akan mencapai angka 100 ekor” ujarnya.

Selanjutnya Rujito, Ketua Koperasi Paser Mas Abadi Desa Keresik Bura menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan kembali mendatangkan Sapi Jantan penggemukan untuk mengisi kandang yang sudah mulai kosong sejak akhir bulan lalu. Rujito menegaskan bahwa usaha penggemukan yang mereka kelola sudah mulai dikenal oleh masyarakat, untuk itu ia menargetkan akan mendatangkan sapi Jantan penggemukan minimal 2 kali dalam 1 tahun.

“Harga pupuk kimia terus mengalami lonjakan harga sehingga tidak sedikit Petani yang mengeluhkan kondisi tersebut, untuk itu kami berencana menambah bidang usaha dengan memproduksi pupuk organik melalui bahan dasar kotoran hewan (kohe)” lanjut Rujito.

Menanggapi paparan dari Koperasi PMJ dan PMA, Kepala UPT. Puskeswan Paser Belengkong, Muslihuddin, S. Pt., M.A.P. mengaku sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. “Saya berharap gerakan pembuatan pupuk organik ini bisa benar-benar diaplikasikan guna mengcounter tingginya harga pupuk dan demi mewujudkan ketahanan pangan yang berbasis organik” ujarnya. (ah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Close Search Window