Berita|

SINKRONISASI DATA PRASARANA PETERNAKAN YANG BERSUMBER DARI APBD TINGKAT I DAN II

Samarinda – Dalam rangka meningkatkan efektivitas program dan pemerataan bantuan di sektor peternakan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan sinkronisasi data prasarana peternakan yang bersumber dari APBD tingkat I (provinsi) dan tingkat II (kabupaten/kota).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda ini dihadiri oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser hadir langsung dalam kegiatan tersebut dengan didampingi oleh tim sarana dan prasarana (sapras) peternakan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur serta Kepala Bidang Pengembangan Kawasan, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan peternakan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kadisbunak Paser Djoko Bawono, SP, M.Si menyampaikan berbagai capaian dan program penguatan sektor peternakan di wilayahnya.

“Di antaranya terdapat pengadaan 138 ekor sapi yang bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir), termasuk juga pengadaan ternak itik dan ayam yang disalurkan kepada kelompok masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, melalui Program PDKT, pemerintah daerah memfokuskan pada pembangunan kandang serta pengadaan ternak kambing. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan populasi ternak, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik cair (POC) guna mendukung pertanian berkelanjutan.

Lebih lanjut, setiap proses serah terima bantuan kepada kelompok penerima telah didukung oleh regulasi melalui Peraturan Bupati (Perbup). Kelompok penerima juga telah memiliki legalitas berupa akta notaris serta Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sehingga menjamin akuntabilitas dan keberlanjutan program.

Tidak hanya pada aspek pengadaan ternak, Disbunak Paser juga memberikan perhatian pada sarana pendukung lainnya, seperti bantuan pengadaan freezer di Kecamatan Long Ikis dan Kuaro guna mendukung produktivitas serta menjaga kualitas hasil peternakan.

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa hingga saat ini Kabupaten Paser masih dalam kondisi stabil dalam ketahanan pangan, khususnya pada pasokan ayam pedaging serta stabilisasi harga di pasaran.

Menutup penyampaiannya, Kadisbunak Paser mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam menerima informasi di era digital saat ini. “Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, dapat menghasilkan berbagai informasi dengan cepat. Oleh karena itu, kita harus bijak dan teliti dalam menyaring informasi yang beredar,” pungkasnya.

Melalui kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini, diharapkan terwujud sinkronisasi data dan program yang lebih baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, sehingga pembangunan sektor peternakan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Close Search Window