Uncategorized|

DISBUNAK PROV. KALTIM Melaksanakan Sosialisasi Kemitraan Peternakan Unggas, KIE Akses Pembiayaan KUR, Perizinan dan Investasi Usaha Peternakan

Dalam rangka mendorong pertumbuhan sektor peternakan unggas di wilayah kalimantan timur yang berkelanjutan dan berdaya saing, Dinas perkebunan dan peternakan prov. KALTIM Melaksanakan kegiatan sosialisasi kemitraan peternakan unggas yang dirangkaikan dengan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pemaparan terkait perizinan dan peluang investasi usaha peternakan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat, pelaku usaha, dan calon investor mengenai tata kelola usaha peternakan yang profesional, legal, serta memiliki akses pembiayaan yang memadai.

Dalam sesi sosialisasi dijelaskan bahwa pola kemitraan menjadi salah satu strategi efektif dalam mengembangkan usaha peternakan unggas, baik ayam pedaging (broiler) maupun ayam petelur (layer).

Melalui sistem kemitraan, peternak (plasma) bekerja sama dengan perusahaan inti yang menyediakan bibit (DOC), pakan, obat-obatan, serta pendampingan teknis. Sementara itu, peternak menyediakan kandang dan tenaga kerja. Hasil panen kemudian dibeli kembali oleh perusahaan inti sesuai kesepakatan kontrak.

Melalui sistem Kemitraan ada beberapa keunggulan, antara lain:

Mengurangi risiko fluktuasi harga pasar

Mendapat pendampingan teknis dan manajemen

Jaminan pemasaran hasil produksi

Akses teknologi dan standar operasional yang lebih baik

Dengan skema ini, peternak pemula maupun yang ingin meningkatkan skala usaha memiliki peluang berkembang secara lebih aman dan terarah.

Selain aspek teknis budidaya, kegiatan ini juga menghadirkan sesi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Bank BPD KALTIMTARA Melalui Penyelia cabang paser menyampaikan “KUR merupakan fasilitas pembiayaan bersubsidi pemerintah yang diperuntukkan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produktif, termasuk sektor peternakan. Dalam pemaparan disampaikan bahwa pembiayaan KUR dapat dimanfaatkan untuk:

Pembangunan atau renovasi kandang

Pengadaan bibit unggas

Pembelian pakan dan obat-obatan

Pengadaan peralatan penunjang produksi

Penambahan modal kerja

Melalui KIE ini, peserta diberikan pemahaman tentang persyaratan administrasi, mekanisme pengajuan, serta pentingnya kelayakan usaha dan pencatatan keuangan yang baik untuk mempermudah akses pembiayaan.

Aspek legalitas menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha peternakan. Dalam kegiatan sosialisasi juga dijelaskan mengenai tahapan dan jenis perizinan yang perlu dipenuhi pelaku usaha, antara lain:

Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS

Perizinan berusaha berbasis risiko

Persetujuan lingkungan sesuai skala usaha

Sertifikasi atau rekomendasi teknis dari instansi terkait

Legalitas usaha tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga mempermudah akses pembiayaan, kerja sama kemitraan, serta peluang investasi.

Sektor peternakan unggas dinilai memiliki prospek investasi yang menjanjikan, seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani masyarakat. Dengan siklus produksi yang relatif cepat dan permintaan pasar yang stabil, usaha ini memiliki potensi pengembalian investasi yang kompetitif.

Investor dapat terlibat melalui:

Skema kemitraan dengan peternak

Penyediaan sarana produksi peternakan

Investasi pembangunan kandang modern

Pengembangan usaha hilir seperti pengolahan hasil ternak

Sinergi antara peternak, investor, dan lembaga pembiayaan diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha peternakan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa usaha peternakan unggas tidak hanya menjanjikan dari sisi ekonomi, tetapi juga harus dikelola secara profesional, legal, dan memiliki perencanaan pembiayaan yang baik.

Dengan kemitraan yang kuat, akses KUR yang optimal, kepatuhan terhadap perizinan, serta dukungan investasi, sektor peternakan unggas diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan daerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Close Search Window