Long Ikis – UPT Puskeswan Long Ikis melaksanakan kegiatan vaksinasi penyakit jembrana pada ternak sapi bali milik Kelompok Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) di Desa Krayan Jaya dan Desa Krayan Makmur, Kecamatan Long Ikis, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk melindungi ternak sapi dari ancaman penyakit jembrana yang dikenal sangat mematikan dan menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi peternak.

Penyakit jembrana merupakan penyakit menular pada sapi bali yang ditandai dengan demam tinggi, lesu, hilang nafsu makan, hingga keluarnya keringat darah dari permukaan kulit pada masa awal infeksi. Pada tahap lanjut, ternak dapat mengalami diare berdarah, pembengkakan kelenjar getah bening, keluarnya ingus berlebihan, mulut berbusa, serta muncul bercak merah dan pucat pada selaput lendir. Meskipun penyakit ini tidak menular kepada manusia, tingkat kematian ternak yang cukup tinggi membuat penyakit jembrana menjadi perhatian serius di sektor peternakan.
Sebagai perpanjangan tangan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser di tingkat kecamatan, UPT Puskeswan Long Ikis memiliki tugas dalam pelaksanaan vaksinasi dan pengendalian penyakit hewan menular di wilayah Kecamatan Long Ikis.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 dosis vaksin diberikan kepada ternak milik Kelompok Latansa Agro di Desa Krayan Jaya yang diketuai oleh Bapak Sutekno, serta 50 dosis vaksin untuk Kelompok Japa Maju di Desa Krayan Makmur yang diketuai oleh Ibu Sukiyem.
Pelaksanaan vaksinasi turut didampingi oleh Kader Kesehatan Hewan Kecamatan Long Ikis, Andi Abu Yura, bersama petugas paramedik veteriner yakni Karyono, Karno, Eko Suseno, Agus Setiawan, dan Siti Hany. Kepala UPT Puskeswan Long Ikis, Hendry Witra, S.Pt., juga ikut turun langsung dalam kegiatan tersebut guna memastikan pelaksanaan vaksinasi berjalan maksimal.
“Vaksinasi ini merupakan upaya perlindungan terhadap ternak sapi bali agar terhindar dari penyakit jembrana yang sangat berbahaya. Kami berharap peternak semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan ternak melalui vaksinasi rutin,” ujar Hendry Witra di sela kegiatan.
Ia juga mengingatkan para peternak agar lebih berhati-hati terhadap lalu lintas keluar masuk ternak, terutama terhadap penawaran sapi dengan harga murah yang tidak jelas asal-usul kesehatannya.
“Tidak jarang ada oknum yang menawarkan sapi dengan harga murah, namun ternyata membawa penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian ternak lainnya. Karena itu, peternak harus lebih selektif dan memastikan kondisi kesehatan ternak sebelum membeli,” tambahnya.
Kegiatan vaksinasi jembrana di Desa Krayan Jaya dan Desa Krayan Makmur berlangsung lancar tanpa kendala. Program vaksinasi ini diharapkan mampu meningkatkan perlindungan kesehatan ternak sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternakan masyarakat di Kecamatan Long Ikis.


