Berita|

TANA GROGOT – Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Budidaya Ayam Petelur, Jumat (7/8/2026), di Balai Penyuluh Pertanian Tanah Grogot. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam mengelola usaha peternakan ayam petelur secara lebih baik dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, SP., M.Si., serta menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang peternakan ayam petelur. Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur pelaku usaha dan kelembagaan masyarakat, termasuk BUMDes dari sejumlah desa di Kabupaten Paser, pelaku peternakan ayam petelur, PKK desa, UPTD Pembibitan dan Perawatan Ternak Petangis, serta UPTD Puskeswan dari beberapa kecamatan.


Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara dan sambutan dari pihak Bank Indonesia serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser. Dalam sambutannya, kegiatan Bimtek diarahkan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para peserta mengenai pengelolaan budidaya ayam petelur, sehingga usaha yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan efisiensi, kualitas hasil, serta keberlanjutan usaha.

Pelaksanaan Bimtek ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan sektor peternakan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan semangat Workshop Tani Camp 2026, khususnya dalam mendorong petani dan pelaku usaha agar mampu mengembangkan potensi sektor pertanian dan peternakan melalui peningkatan pengetahuan, penerapan inovasi, serta pengelolaan usaha yang lebih terarah.

Materi pertama disampaikan oleh Ir. Julianda Romauli Manullang, MP., dari Universitas Mulawarman Samarinda, yang membahas mengenai manajemen pakan ayam petelur. Materi tersebut mencakup bahan pakan dan nutrisi, metode pemberian bahan pakan alternatif, serta formulasi pemberian pakan. Pemahaman mengenai manajemen pakan menjadi salah satu aspek penting dalam usaha ayam petelur karena berkaitan erat dengan efisiensi pemeliharaan dan pencapaian produktivitas ternak.

Materi kedua disampaikan oleh Amor Kodrat dari Bendo Farm dengan topik pengembangan peternakan ayam herbal non-alergen kaya Omega 3. Materi ini memberikan wawasan kepada peserta mengenai pengembangan inovasi dalam usaha peternakan ayam petelur, khususnya dalam menghasilkan produk yang memiliki karakteristik dan nilai tambah. Pengembangan inovasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produk peternakan yang dihasilkan.

Selanjutnya, Hidayatur Rahman dari PT. Jatinom Indah Blitar menyampaikan materi mengenai manajemen pullet dan pengelolaan usaha ayam petelur secara terintegrasi. Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penanganan hasil produksi pascapanen, pengelolaan kualitas telur, serta penerapan praktik peternakan yang efisien dan berkelanjutan. Materi tersebut memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai pengelolaan usaha ayam petelur mulai dari aspek pemeliharaan hingga penanganan hasil produksi.

Tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, peserta juga mengikuti kunjungan dan praktik pengelolaan budidaya ayam petelur. Sesi praktik ini menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperkuat pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan melalui pengamatan dan pengalaman secara langsung. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup setelah seluruh agenda Bimtek selesai dilaksanakan.

Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai wilayah dan unsur di Kabupaten Paser, termasuk BUMDes yang mengelola atau mengembangkan usaha ayam petelur di sejumlah desa. Selain itu, keterlibatan UPTD Puskeswan dari beberapa kecamatan menunjukkan adanya dukungan dari unsur teknis peternakan dalam pengembangan usaha dan pengelolaan kesehatan ternak. Dengan keterlibatan berbagai unsur tersebut, Bimtek diharapkan dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antara narasumber, pemerintah, pelaku usaha, serta kelembagaan masyarakat.

Melalui Bimtek Pengelolaan Budidaya Ayam Petelur ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser bersama Bank Indonesia diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha peternakan di daerah. Pengetahuan mengenai pakan, manajemen pullet, pengelolaan usaha, inovasi produk, kualitas telur, hingga praktik peternakan yang efisien dan berkelanjutan diharapkan dapat diterapkan oleh peserta sesuai dengan kondisi usaha masing-masing. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan turut mendukung pengembangan usaha peternakan ayam petelur dan penguatan ekonomi masyarakat Kabupaten Paser melalui sektor peternakan yang produktif dan berkelanjutan. (NH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Close Search Window