BALIKPAPAN — Upaya meningkatkan kompetensi dan pengetahuan petani dalam pengelolaan perkebunan terus dilakukan melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Petani Kelapa Sawit dengan tema “Teknis Budidaya Kelapa Sawit”.
Program yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tersebut diselenggarakan oleh AKPY Yogyakarta bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan berlangsung selama enam hari, mulai 2 hingga 7 Agustus 2026, bertempat di Hotel Gran Senyiur danHotel Novotel Balikpapan.

Kegiatan ini diikuti oleh petani kelapa sawit dari Kabupaten Paser, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perkebunan agar mampu menerapkan teknik budidaya kelapa sawit yang tepat, efektif, dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek Teknis budidaya kelapa sawit. Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga diperkuat melalui diskusi interaktif dan pertukaran pengalaman antara narasumber dengan peserta.
Kondisi nyata yang dihadapi petani di lapangan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran. Peserta diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai permasalahan, pengalaman, serta fakta lapangan yang berkaitan dengan pengelolaan tanaman kelapa sawit.
Direktur AKPY Yogyakarta menyampaikan apresiasi kepada para peserta selama mengikuti kegiatan.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme para peserta selama mengikuti pelatihan. Peserta aktif dalam menyampaikan fakta dan kondisi yang mereka hadapi di lapangan, sehingga diskusi yang berlangsung memberikan gambaran nyata mengenai berbagai tantangan dalam budidaya kelapa sawit,” ujar Direktur AKPY Yogyakarta.
Menurutnya, komunikasi dua arah antara narasumber dan peserta merupakan bagian penting dalam kegiatan pelatihan. Pengalaman petani di lapangan dapat menjadi bahan pembelajaran bersama sekaligus memperkaya pembahasan mengenai teknis budidaya kelapa sawit.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Ia menilai peningkatan kompetensi petani melalui pelatihan teknis menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Paser.
“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi petani kelapa sawit, karena pengetahuan mengenai teknis budidaya harus terus ditingkatkan. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di kebun masing-masing sehingga mampu memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan produktivitas dan pengelolaan tanaman kelapa sawit,” ujar Djoko Bawono.
Ia juga berharap sinergi antara pemerintah, BPDP, Kementerian Pertanian, AKPY Yogyakarta, dan para petani dapat terus diperkuat melalui berbagai program pengembangan SDM.
“Kami berharap petani kelapa sawit Kabupaten Paser dapat kembali dilibatkan dalam program pengembangan SDM seperti ini pada tahun-tahun berikutnya. Pelatihan yang dilaksanakan secara berkelanjutan tentu akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas dan kemampuan petani,” tambahnya.
Bagi peserta dari Kabupaten Paser, kegiatan ini menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai teknis budidaya kelapa sawit sekaligus bertukar pengalaman dengan sesama petani dan narasumber.
Selama mengikuti kegiatan para peserta menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap peningkatan kapasitas dan pengetahuan teknis masih sangat tinggi. Oleh karena itu, keberlanjutan program pengembangan SDM diharapkan dapat terus dilakukan sehingga petani memiliki kemampuan yang semakin baik dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor perkebunan kelapa sawit.

Program Teknis Budidaya Kelapa Sawit ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas SDM perkebunan. Dengan petani yang semakin terampil dan memiliki pemahaman teknis yang baik, diharapkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Paser dapat semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Para petani kelapa sawit Kabupaten Paser pun berharap program serupa dapat kembali dilaksanakan setiap tahun dengan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi petani untuk mengikuti pelatihan dan meningkatkan kompetensinya.


