Uncategorized|

Kementerian Pertanian Republik Indonesia kembali menggelar workshop strategis bertajuk percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi pekebun kelapa sawit melalui penguatan kelembagaan petani. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Gedung D, Jalan Harsono RM No. 3, Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser, Djoko Bawono, S.P., M.Si., turut menghadiri kegiatan tersebut sekaligus memenuhi undangan sebagai pembicara. Kehadiran beliau menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung percepatan implementasi sertifikasi ISPO di tingkat pekebun.

Dalam pemaparannya, Djoko Bawono, S.P., M.Si. menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani sebagai kunci utama dalam mendorong keberhasilan sertifikasi ISPO. Ia menyampaikan bahwa kelembagaan yang kuat akan mempermudah akses pekebun terhadap pendampingan, pembiayaan, hingga pemenuhan standar keberlanjutan yang ditetapkan.

“Penguatan kelompok tani dan koperasi menjadi langkah strategis dalam memastikan pekebun mampu memenuhi prinsip dan kriteria ISPO. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Workshop ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah pusat dan daerah, akademisi, hingga organisasi petani kelapa sawit. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempercepat proses sertifikasi ISPO bagi pekebun rakyat sekaligus meningkatkan daya saing komoditas sawit Indonesia di pasar global.

Melalui keikutsertaan Kadisbunak Paser sebagai pembicara, diharapkan pengalaman dan praktik baik dari daerah dapat menjadi referensi bagi wilayah lain dalam mengembangkan kelembagaan petani yang kuat dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Paser sendiri terus berkomitmen mendukung program nasional dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Close Search Window