Berita|

Petangis – Musim hujan menjadi waktu yang paling ideal untuk melakukan penanaman rumput pakan ternak. Memanfaatkan kondisi tersebut, Dinas Perkebunan dan Peternakan (DISBUNAK) Kabupaten Paser melalui UPTD Pembibitan dan Perawatan Ternak Petangis terus mengoptimalkan penanaman berbagai jenis rumput unggul pakan ternak seperti rumput odot dan pakchong guna mendukung ketersediaan hijauan pakan ternak yang berkualitas.

Kegiatan penanaman dilakukan di area pengembangan lahan peternakan UPTD Pembibitan dan Perawatan Ternak Petangis sebagai upaya meningkatkan ketersediaan pakan untuk ternak sapi maupun ternak lainnya. Selain untuk kebutuhan harian, rumput yang ditanam juga dipersiapkan sebagai cadangan pakan dalam bentuk silase untuk menghadapi musim kemarau mendatang.

Kepala UPTD Pembibitan dan Perawatan Ternak Petangis, Gunariyo, SP menjelaskan bahwa awal musim hujan merupakan momentum terbaik untuk melakukan penanaman rumput pakan ternak karena ketersediaan air yang melimpah sangat membantu percepatan pertumbuhan tanaman.

“Penanaman rumput pakan ternak sangat ideal dilakukan pada awal musim hujan karena ketersediaan air yang cukup dapat memicu pertumbuhan akar dan tunas lebih cepat. Dengan begitu, kebutuhan hijauan pakan ternak dapat terpenuhi secara berkelanjutan, baik untuk pakan harian maupun untuk cadangan pakan berupa silase saat musim kemarau tiba,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa jenis rumput unggul seperti odot dan pakchong memiliki produktivitas tinggi serta kandungan nutrisi yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan ternak. Oleh sebab itu, pengembangan hijauan pakan ternak menjadi salah satu fokus penting dalam mendukung peningkatan sektor peternakan di Kabupaten Paser.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pembibitan dan Perawatan Ternak Petangis, Juradi, S.ST menyampaikan bahwa pertumbuhan rumput pada musim hujan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan musim kemarau.

“Pada musim hujan, pertumbuhan rumput sangat optimal. Panen pertama biasanya dapat dilakukan pada umur 70 hingga 80 hari setelah tanam, sedangkan untuk panen berikutnya interval pemotongannya lebih cepat, yakni setiap 35 sampai 45 hari sekali,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat menguntungkan karena dapat meningkatkan ketersediaan hijauan pakan secara kontinu untuk memenuhi kebutuhan ternak di UPTD maupun sebagai contoh pengembangan bagi peternak di masyarakat.

Selain melakukan penanaman, UPTD Pembibitan dan Perawatan Ternak Petangis juga rutin melaksanakan pengendalian dan perawatan tanaman rumput agar pertumbuhannya tetap optimal. Kegiatan tersebut dilakukan oleh para karyawan UPTD melalui penyiangan gulma, pemupukan lanjutan, serta pemeliharaan area tanam secara berkala.

Penyiangan gulma menjadi perhatian penting karena curah hujan tinggi juga memicu pertumbuhan gulma yang cepat dan dapat menghambat perkembangan rumput pakan ternak. Untuk mendukung hasil yang maksimal, penambahan pupuk organik juga dilakukan sejak awal penanaman hingga tahap perawatan.

Melalui pengembangan hijauan pakan ternak ini, DISBUNAK Kabupaten Paser berharap dapat mendukung ketahanan pakan ternak secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan produktivitas peternakan daerah. Program ini juga menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pengembangan kawasan peternakan yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Paser.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Close Search Window