Paser Belengkong – 9 Juni 2026. Kesadaran para peternak di Kecamatan Paser Belengkong terhadap peningkatan kualitas mutu genetik hewan ternak menunjukkan tren yang sangat positif. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan yang sangat signifikan terhadap layanan Inseminasi Buatan (kawin suntik) kurun waktu 2024-2025.
Berdasarkan hasil laporan Inseminator pada aplikasi iSIKHNAS dan IDENTIK PKH, pada tahun 2024 realisasi IB di Kecamatan Paser Belengkong sejumlah 73 ekor, kemudian meningkat pada tahun 2025 menjadi 252 ekor. Terjadinya peningkatan sebesar 251% ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa sektor peternakan rakyat mulai bergerak ke arah yang lebih modern dan efisien
Pada dasarnya ada 3 hal yang dapat dirasakan oleh Peternak jika lebih memilih metode IB dibandingkan INKA (Intensifikasi Kawin Alam) yaitu ; 1. Memudahkan Peternak mengatur jarak kelahiran, 2. meminimalisir penularan penyakit reproduksi yang sering tersebar melalui perkawinan alami, 3. menghasilkan pedet (anak sapi) dengan pertumbuhan berat badan yang lebih cepat dan postur yang lebih besar (perbaikan genetik).

Saat ini salah satu jenis ternak sapi yang menjadi primadona baru di dunia peternakan karena potensi pertumbuhannya yang fantastis dan kualitas daging premium adalah Belgian Blue. Sapi ini dikenal dengan ciri khas otot ganda (double muscling) akibat mutasi gen alami, yang membuat badannya sangat kekar. Peranakan jenis sapi ini dapat ditemui di beberapa Desa di Kecamatan Paser Belengkong hasil IB dari Sarwono seorang Inseminator berpengalaman.
Keberhasilan genetik ini langsung berdampak pada peningkatan ekonomi peternak, salah satu pedet bernama Arjuna milik Mulyoto di Desa Laburan Baru yang berusia 5 bulan sempat ditawar pembeli hingga Rp20 juta. Saat berumur 2 tahun diperkiraan nilai jual sapi tersebut menjadi ratusan juta rupiah.
Mengetahui hal tersebut, permintaan Peternak untuk layanan IB bibit Belgian Blue ini menjadi sangat tinggi. Karena kuota yang didapat sangat terbatas maka untuk memenuhi permintaan tersebut Sarwono harus membeli bibit secara swadaya.
Menurut Sarwono ada 5 ekor pedet hasil IB Belgian Blue yang tersebar di beberapa Desa di Kecamatan Paser Belengkong dan masih ada beberapa ekor yang dalam proses kebuntingan. “Saya harus selektif untuk melakukan IB, tidak bisa sembarangan dan asal IB saja. Kondisi sapi harus benar-benar siap untuk di IB dan yang paling penting adalah untuk menghindari distokia maka sapi yang akan di IB harus berukuran besar sejenis limosin dan simental” tegasnya.
Keberhasilan program IB Belgian Blue ini diharapkan menjadi langkah besar bagi Peternak di Kecamatan Paser Belengkong untuk mendongkrak produksi daging sapi sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak lokal secara signifikan. (ah)


